Rangkuman Materi Sejarah Kelas X



Rangkuman Materi Sejarah Kelas X


1. Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah

Materi ini adalah fondasi untuk memahami apa itu sejarah dan mengapa penting mempelajarinya.

  • Pengertian Sejarah:

    • Sejarah sebagai ilmu: Suatu cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa masa lalu secara sistematis, kritis, dan objektif.

    • Sejarah sebagai peristiwa: Kejadian nyata yang terjadi di masa lampau, tidak dapat terulang dan bersifat unik.

    • Sejarah sebagai kisah: Narasi atau cerita tentang peristiwa masa lalu yang ditulis atau diceritakan kembali.

    • Sejarah sebagai seni: Sejarah membutuhkan keindahan bahasa dan gaya penulisan agar menarik.

  • Konsep Dasar Sejarah:

    • Waktu: Keterkaitan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Konsep periodisasi, kronologi, dan diakronik (memanjang dalam waktu) serta sinkronik (meluas dalam ruang) sangat penting.

    • Ruang: Tempat atau lokasi terjadinya peristiwa sejarah.

    • Manusia: Subjek dan objek sejarah, yaitu pelaku dan yang dikenai peristiwa sejarah.

    • Perubahan: Sejarah selalu bergerak dan mengalami perubahan.

    • Keberlanjutan: Peristiwa sejarah saling terkait dan berkesinambungan.

  • Sumber Sejarah:

    • Primer: Langsung dari pelaku/saksi mata (naskah asli, artefak, rekaman suara).

    • Sekunder: Informasi dari pihak lain setelah peristiwa terjadi (buku sejarah, jurnal).

    • Tersier: Kumpulan dari sumber primer dan sekunder (ensiklopedia, kamus).

  • Metode Penelitian Sejarah:

    • Heuristik: Pengumpulan sumber.

    • Verifikasi: Kritik sumber (ekstern/internal) untuk memastikan keaslian dan keabsahan.

    • Interpretasi: Penafsiran sumber.

    • Historiografi: Penulisan sejarah.


2. Kehidupan Manusia Purba dan Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Materi ini membawa kita menelusuri jejak peradaban paling awal di bumi Nusantara.

  • Periodisasi Zaman Praaksara (Berdasarkan Geologi):

    • Arkaekum: Zaman tertua, belum ada kehidupan.

    • Paleozoikum: Zaman kehidupan purba (muncul makhluk bersel satu, ikan, amfibi).

    • Mesozoikum: Zaman kehidupan pertengahan (muncul dinosaurus, reptil besar).

    • Neozoikum: Zaman kehidupan baru (terbagi Pliosen, Pleistosen, Holosen – muncul manusia purba).

  • Periodisasi Zaman Praaksara (Berdasarkan Arkeologi/Corak Hidup):

    • Paleolitikum (Zaman Batu Tua): Kehidupan food gathering (berburu dan mengumpulkan makanan), alat dari batu kasar, hidup nomaden.

      • Manusia Purba di Indonesia: Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis.

    • Mesolitikum (Zaman Batu Madya): Mulai mengenal food producing sederhana (bercocok tanam), semi-nomaden, kjokkenmoddinger (sampah dapur), abris sous roche (gua sebagai tempat tinggal). Alat dari batu halus dan tulang.

    • Neolitikum (Zaman Batu Muda): Revolusi pertanian (food producing tingkat lanjut), hidup menetap, mengenal sistem kepercayaan, alat dari batu diasah.

    • Megalitikum (Zaman Batu Besar): Tradisi mendirikan bangunan dari batu besar (menhir, dolmen, sarkofagus) terkait kepercayaan animisme dan dinamisme.

    • Zaman Logam: Penggunaan alat dari logam (perunggu, besi), teknologi peleburan logam.

  • Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia:

    • Teori Out of Africa: Manusia modern berasal dari Afrika, menyebar ke seluruh dunia.

    • Teori Out of Yunnan: Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunnan (Tiongkok Selatan), bermigrasi dalam dua gelombang:

      • Proto Melayu (Melayu Tua): Sekitar 2000 SM (Deutro Melayu, Papua, Melanesoid).

      • Deutero Melayu (Melayu Muda): Sekitar 500 SM (Jawa, Sunda, Bugis, dll.).

    • Teori Nusantara: Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah Indonesia sendiri.


3. Perkembangan Peradaban Awal Dunia (Pengenalan)

Materi ini memberikan gambaran peradaban besar di luar Indonesia yang memengaruhi perkembangan dunia.

  • Peradaban Lembah Sungai:

    • Mesopotamia: Lembah Sungai Eufrat dan Tigris (Sumeria, Babilonia, Asyiria). Ciri-ciri: sistem irigasi, tulisan cuneiform, hukum Hammurabi.

    • Mesir Kuno: Lembah Sungai Nil. Ciri-ciri: Piramida, Hieroglif, kepercayaan dewa-dewi.

    • India Kuno: Lembah Sungai Indus (Mohenjo Daro, Harappa). Ciri-ciri: Tata kota teratur, sistem kasta (kemudian).

    • Tiongkok Kuno: Lembah Sungai Kuning (Hwang Ho). Ciri-ciri: Dinasti-dinasti, tulisan ideogram, Tembok Besar.

  • Peradaban Lain:

    • Yunani Kuno: Filsafat, demokrasi, seni, arsitektur (Athena, Sparta).

    • Romawi Kuno: Hukum, teknik, militer, kekuasaan besar.


4. Masuknya Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha

Materi ini sangat krusial karena menjelaskan awal mula pengaruh budaya asing yang membentuk peradaban Indonesia.

  • Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia:

    • Teori Brahmana (J.C. van Leur): Dibawa oleh kaum Brahmana (golongan pendeta) atas undangan penguasa lokal.

    • Teori Ksatria (C.C. Berg): Dibawa oleh kaum Ksatria (prajurit/bangsawan) yang melarikan diri atau menaklukkan wilayah.

    • Teori Waisya (N.J. Krom): Dibawa oleh kaum Waisya (pedagang) yang berinteraksi dengan penduduk lokal.

    • Teori Arus Balik (F.D.K. Bosch): Masyarakat Indonesia secara aktif belajar ke India dan menyebarkan kembali di tanah air.

  • Perkembangan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia:

    • Kerajaan Kutai (Kalimantan Timur): Kerajaan Hindu tertua, bukti Yupa, raja terkenal Kudungga dan Mulawarman.

    • Kerajaan Tarumanegara (Jawa Barat): Raja Purnawarman, bukti prasasti Ciaruteun.

    • Kerajaan Sriwijaya (Sumatera): Kerajaan Buddha terbesar, pusat perdagangan dan pendidikan, menguasai Selat Malaka.

    • Kerajaan Mataram Kuno (Jawa Tengah): Dinasti Sanjaya (Hindu) dan Dinasti Syailendra (Buddha). Candi Borobudur (Buddha) dan Prambanan (Hindu).

    • Kerajaan Kediri (Jawa Timur): Raja Jayabaya, kitab Bharatayudha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.

    • Kerajaan Singasari (Jawa Timur): Raja Ken Arok, Kertanegara (Ekspedisi Pamalayu).

    • Kerajaan Majapahit (Jawa Timur): Puncak kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara. Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada (Sumpah Palapa). Kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca.


5. Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam

Bagian ini menjelaskan babak baru dalam sejarah Indonesia dengan masuknya agama Islam.

  • Teori Masuknya Islam ke Indonesia:

    • Teori Gujarat (Snouck Hurgronje): Islam dibawa pedagang Gujarat (India) pada abad ke-13.

    • Teori Persia (P.A. Hoesein Djajadiningrat): Islam dibawa oleh pedagang dari Persia (Iran) pada abad ke-13, ada kesamaan budaya (misal peringatan Asyura).

    • Teori Arab (Buya Hamka): Islam langsung dibawa oleh pedagang dan ulama dari Arab (Mesir/Timur Tengah) sejak abad ke-7.

  • Jalur/Saluran Penyebaran Islam:

    • Perdagangan: Interaksi antara pedagang Muslim dan masyarakat lokal.

    • Pernikahan: Pedagang Muslim menikah dengan putri bangsawan lokal.

    • Pendidikan: Melalui pesantren dan ulama.

    • Kesenian: Wayang, sastra (suluk).

    • Tasawuf: Ajaran mistik yang mudah diterima.

    • Politik: Penguasa yang menganut Islam.

  • Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia:

    • Kerajaan Samudra Pasai (Sumatera): Kerajaan Islam pertama di Nusantara, pusat perdagangan dan penyebaran Islam.

    • Kerajaan Demak (Jawa): Kerajaan Islam pertama di Jawa, didirikan oleh Raden Patah, peran Wali Songo.

    • Kerajaan Aceh Darussalam (Sumatera): Pusat perdagangan dan kekuatan maritim, raja terkenal Sultan Iskandar Muda.

    • Kerajaan Mataram Islam (Jawa): Berkuasa di Jawa Tengah, raja terkenal Sultan Agung Hanyokrokusumo.

    • Kerajaan Ternate dan Tidore (Maluku): Pusat rempah-rempah, berperan penting dalam penyebaran Islam di timur.

Komentar

Postingan Populer